Terkait Penggerebekan Diskotik MG oleh BNN, LPSK Meminta Karyawan MG Menjadi Saksi

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai, hari ini (18/12), komentari tentang penggerebekan Diskotik MG (istimewa)

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai menilai peredaran narkoba sudah masuk dalam tahap memprihatinkan. Terakhir, kasus penggerebekan Diskotik MG oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) di Tubagus Angke, Jakarta Barat, yang selain diduga menjadi tempat pengguna narkoba, ternyata juga menjadi tempat memproduksi narkoba bagi para konsumennya. Terkait hal tersebut, LPSK mendorong karyawan MG mau menjadi saksi.

Semendawai mengaskan, LPSK mengapresiasi kerja BNN yang tiada henti melakukan pemberantasan, mengingat bahaya peredaran narkoba sudah menjangkau setiap kalangan, tak terkecuali anak-anak. Tetapi ia juga meminta partisipasi masyarakat dalam memberantas narkoba, dengan melaporkan setiap aktivitas yang berkaitan dengan peredaran dan produksi narkoba.

“Sulit bagi penegak hukum seperti BNN bekerja sendiri. Perlu upaya bersama memberantas narkoba. Bagi masyarakat yang mengetahui adanya peredaran atau bahkan produsen narkoba di sekitarnya, jangan takut melaporkannya kepada pihak berwajib. Bila perlu minta dampingi LPSK sebelum melapor,” kata Semendawai di Jakarta, Senin (18/12).

Pada kasus penggerebekan DiskotIk MG oleh BNN, Ketua LPSK Semendawai meminta agar para karyawan Diskotek MG yang mengetahui aktivitas tersebut, untuk tidak takut memberikan kesaksiannya kepada penegak hukum. Jika terdapat intimidasi atau ancaman, silakan mengajukan permohonan kepada LPSK.

Karena dengan kesaksian dari mereka, lanjut Semendawai, penegak hukum dapat dengan mudah mengungkap siapa dalang di balik pabrik narkoba di diskotek tersebut. “Bagi mereka yang menjadi saksi tidak perlu takut, ungkap dengan sebenar-benarnya karena negara sudah menjamin perlindungan bagi mereka dalam undang-undang,” tegas dia.

Semendawai mengingatkan, LPSK bertugas memberikan perlindungan dan bantuan kepada saksi, termasuk dalam tindak pidana narkotika. Apalagi, tindak pidana narkotika termasuk kasus yang menjadi prioritas penanganan di LPSK bersama tindak pidana lain, seperti korupsi, terorisme, kekerasan seksual terhadap anak dan perdagangan orang.

Seperti ramai diberitakan, Diskotek MG, yang berada di Tubagus Angke, Jakarta Barat, digerebek oleh tim Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Sabtu (17/12) dini hari. Penggerebekan dilakukan karena adanya indikasi peredaran dan kegiatan produksi narkoba.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR