Terpidana Korupsi BLBI Samadikun Hartono Kembalikan Uang 87 Milyar Rupiah Secara Cash

Samadikun Hartono kembalikan uang untuk melunasi sisa kewajibannya kepada negara sebesar 87 Milyar di Plaza Bank Mandiri Jakarta

Terpidana kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono kembalikan uang untuk melunasi kewajibannya kepada negara. Dari total kewajibannya sebesar 169 miliar, ia masih harus melunasi pembayaran senilai Rp 87.472.960.461, dan ia lunasi secara tunai.

Pembayaran itu dilakukan di Plaza Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018). Diketahui, Seluruh uang tersebut dibayarkan secara tunai tanpa adanya penjualan aset secara lelang dari Kejaksaan Agung.

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tony Spontana mengungkapkan bahwa dengan pelunasan tersebut berarti sudah tidak ada sangkut paut lagi dengan aset yang bersangkutan.

Tony memperinci bahwa Samadikun telah membayar kewajiban denda itu sejak 2016 secara mencicil. Pembayaran pertama sebesar Rp41 miliar, kemudian diikuti cicilian berikutnya sebesar Rp20 miliar sebanyak dua kali pada 2017, dan Rp1 miliar pada awal 2018.

“Dan pada hari ini yang bersangkutan telah melunasi membayar kali terakhir kewajiban kepada negara sebesar Rp87 miliar dan secara resmi saya sudah serahkan melalui Bank Mandiri untuk selanjutnya di proses untuk masuk ke kas negara,” papar Tony.

Tony berpesan kepada terpidana lain yang memiliki kasus serupa dengan Samadikun untuk mengikuti langkah tersebut. Menurutnya, Kejaksaan tidak segan untuk mengambil langkah tegas seperti pelelangan aset terpidana jika menyepelekan hal tersebut.

“Pesan yang jelas terpidana yang lain, yang masih punya kewajiban terhadap negara, hendaknya segera melaksanakan kewajibannya kepada negara,” pungkasnya.

Samadikun Hartono sendiri adalah terpidana 4 tahun kasus penyalahgunaan dana talangan atau BLBI senilai sekitar Rp2,5 triliun dan menimbulkan kerugian negara sebesar Rp169 miliar. Samadikun sempat melarikan diri ke China namun pada 21 April 2016 atas koordinasi Pemerintah China dan Indonesia, Samadikun berhasil di deportasi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR