Tiga Tersangka Pembunuh Hakim PN Medan Jamaluddin Terancam Hukuman Mati

Foto : Barang Bukti Mobil Hakim Jamaluddin yang dibunuh 40 hari lalu. Tersangka pembunuh hakim PN Medan diancam hukuman mati Foto : SHAH

Empat puluh hari setelah kematian Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin, polisi menetapkan 3 tersangka. Polisi memiliki sejumlah alat bukti sehingga menahan ketiga tersangka pembunuh hakim PN Medan, yakni Zuraida Hanum istri Jamaluddin, M. Jefri Pratama penduduk Jalan Selam, Kelurahan Tegalsari Mandala, Medan Denai dan M. Reza Pahlevi penduduk Jalan Stella Raya, Simpang Selayang, Medan Tuntungan.

Kepala Polda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Martuani Sormin mengatakan, penyidik polisi menemukan dan menyita 13 barang bukti yang berkaitan dengan kematian Jamaluddin. “Ada juga bukti forensiknya.” kata Martuani, Rabu, 8 Januari 2020.

Ketiga tersangka, sambung Martuani akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana Pasal 340 Subsider Pasal 338 Junto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana Pasal 340 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Polisi, sambung Martuani, memiliki bukti bahwa pembunuhan Jamaluddin direncanakan. Semua rencana pembunuhan itu dibicarakan Zuraida Hanum dan Jefri Pratama pada 25 November 2019 di Coffee Town Ringroad Medan.

Jamaluddin tewas dengan cara dibekap dengan kain saat tidur. Pelakunya adalah Jefri Pratama dan Reza Fahlevi dibantu Zuraida Hanum. Bagiamana Jefri Pratama dan Reza Fahlevi bisa masuk kedalam rumah dan kamar tidur Jamaluddin? Martuani Sormin mengatakan, diatur oleh Zuraida.

Pada malam pembunuhan 29 November 2019 sekitar pukul 01.00 WIB Zuraida naik ke lantai 3 rumah memerintahkan Jefri dan Reza masuk kedalam kamar tidur dan membunuh Jamaluddin. Jefri dan Reza diajak kedalam rumah sebelum Jamaluddin pulang ke rumah dari kantor, Kamis 28 November 2019.

“Setelah korban tidak bergerak, ketiga pelaku mengecek untuk memastikan apakah korban sudah meninggal atau belum. Setelah yakin korban sudah meninggal mereka berdiskusi mengenai tempat pembuangan jenazah,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat memberikan keterangan pers, Rabu 8 Januari 2020.

Awalnya kata Kapolda, mereka sepakat untuk membuat jenazah korban di kawasan Berastagi. Mereka kemudian memakaikan seragam olah raga Pengadilan Negeri Medan kepada korban dan memakaikan sepatu. Korban kemudian diangkat ke dalam mobil Prado BK 77 HD dan diletakkan dalam posisi terbaring pada deretan bangku kedua.

“Jefri Pratama menyetir mobil, sedangkan Reza Fahlevi duduk didepan,” ujarnya. Mobil tersebut sempat singgah disatu tempat untuk mengambil sepeda motor Vario Hitam BK 5898 AET yang dikemudikan Reza Fahlevi. Sepeda motor ini mengikuti mobil prado berisi jenazah Jamaluddin hingga akhirnya dibuang di areal kebun sawit di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Deli Serdang. Jefri dan Reza kemudian meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR