Tim Puslitbang Mabes Polri Apresiasi Kinerja Kapolres Nunukan

Keterangan foto: Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro saat memberikan pemaparan kepada Tim Supervisi Puslitbang Mabes Polri di Mapolres Nunukan, Rabu (26/6/2019).

Mabes Polri melalui Tim Puslitbang Mabes Polri, memuji kinerja Kapolres Nunukan. Hal tersebut terucap saat Tim Supervisi yang beranggotakan 5 personil tersebut mendengar Pemaparan Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro diruang Endra Dharna Laksana Mapolres Nunukan, Rabu (26/6/2019).

“Polres Nunukan harus bangga mempunyai Pimpinan yang berani melakukan terobosan yang inovatif,” ujar Pol Drs.M Asrul Aziz selaku pimpinan rombongan Tim tersebut.

Sebelumnya, dalam pemaparanya Kapolres Nunukan menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 1 tahun (2018-2019), Polres Nunukan berhasil menggagalkan 80 Kg Narkotika yang akan diselundupkan via Nunukan. Selain itu pencegahan penyelundupan tenaga kerja illegal juga menjadi topik yang diungkapkan Teguh Triwantoro.

Dalam pencegahan illegal fishing tersebut, Teguh mengakui bahwa luas geografi yang tak seimbang dengan jumlah personil, menyebakan pencegahan sering terkendala. Ucapan Kapolres Nunukan tersebut memang sangat beralasan, karena dari pantauan Redaksi secara langsung, luas perairan dan banyaknya jalur liar atau lazim disebut ‘jalan tikus’ dalam praktik penyelundupan Tenaga Kerja Indonesia secara ilegal kadang membuat luputnya pengawasan.

Dalam hal pelayanan, Teguh mengungkapkan bahwa dalam menambah kualitas pelayanan kepada masyarakat, Polres Nunukan juga membuat terobosan seperti Peningkatan Pelayanan Publik berbasis IT.

“Yang dikendalikan di Ruang Comand Center Polres Nunukan,” paparnya.

Di jelaskan oleh Teguh, bahwa Ruang Comand Center yang terintegrasi dengan intansi terkait seperti Pemerintah , Perbankan dan tempat Ovit yang terintegrasi melalu CVTV dengan Alarm Punic Burton. Hal tersebut menurut Teguh dapat dilihat dalam Aplikasi yang berbasis Android benama Aplikasi Sebatik dan Aplikasi Sebuku.

Selain itu, didepan Tim Supervisi, Teguh juga berharap kepada Mabes Polri agar Anggota Polres Nunukan dapat di usulkan untuk mendapatkan Tunjangan Khusus Perbatasan. Hal tersebut, ungkap Teguh, selain karena wilayah Polres Nunukan yang berada di Perbatasan, saat ini hanya 55 persen anggota Polres Nunukan yang mendapat tunjangan khusus tersebut.

“Baru sebatas anggota Polsek jajaran. Padahal tugas anggota di Polres dengan di Polsek tidak berbeda,” ungkap Teguh

Dengan diberikanya tunjangan khusus Perbatasan tersebut, menurut Teguh, akan memangkas kecemburuan sehingga semakin solid kekuatan dan lebih terbina kedisiplinan. Tuntutan biaya hidup juga menjadi alasan bagi Teguh dalam memperjuangkan tunjangan khusus bagi anggotanya tersebut.

“Biaya hidup untuk wilayah Nunukan cukup tinggi di bandingkan dengan dengan wilayah hukum lain seperti di Jawa. Sehingga hal ini yang mendasari untuk dapat di pertimbangkann mendapat tunjangan khusus,” tandas Teguh.

Seusai pemaparan, Tim Puslitbang melakukan tatap muka dengan para Bhayangkari Polres Nunukan. Didepan Tim Supervisi tersebut, para Bhayangkari juga mengungkapkan harapanya agar suami mereka mendapat tungan khusus perbatasan sebagaimana yang disuarakan Kapolres Nunukan.

Didepan para Bhayangkari, Asrul Aziz berjanji akan meneruskanya kepada para penentu kebijakan di Mabes Polri. Adapan Tim Puslitbang yang melakukan Supervisi ke Polres Nunukan tersebut terdiri darii beberapa instansi yakni AKBP Galuh Indragiri (Polri), Dr Mulyana ( Dosen), Syakur dan Triyanti anggota PNS yang saat ini menjabat staff Litbang Mabes Polri.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR