Tim Rajawali Polresta Jakarta Timur Ungkap Tindakan Curas dengan Senjata Api 

Tim Rajawali Polresta Jakarta Timur, nriefing patroli pada Sabtu dini hari (8/7/2017)

Tim Rajawali Polresta Jakarta Timur secara rutin melakukan patroli keliling. Seperti yang mereka lakukan pada hari Sabtu dini hari (8/7/2017), Tim Rajawali yang dipimpin Ipda Dody K, SH, berpatroli keliling yang sasarannya adalah patroli di wilayah rawan tawuran dan genk motor, untuk mencegah kedua tindakan yang meresahkan warga selama ini.

Dalam patrolii malam tadi, menurut Ipda Dody K, SH, suasana di wilayah yang disasar sangat kondusif.  “Tidak ada kejadian tawuran dan tindakan Genk Motor yang meresahkan warga,” ujarnya.

Ipda Dody K, SH juga menjelaskan bawa dalam patroli Tim Rajawali dini hari tadi, justru malah berhasil mengungkap adanya upaya tindak pidana curas yang menggunakan senjata api. Kemudian, Tim Rajawali mengamankan 2 orang yang diduga pelaku yang beinisial  ROM dan JOD, di depan Tamini Squere.

“Tim Rajawali pukul 01.30 WIB di depan Tamini Squere, telah mengamankan 2 orang yaitu ROM (28 tahun) dan JOD (20 tahun) warga Kramat Jati dan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Mereka diduga akan melakukan tindak pidana curas dengan senjata apii rakitan (Dorlic), terhadap 3 orang,.” urainya.

Ia juga menjelaskan  identitas korbannya sebagai berikut: Arif Rahman (22 tahun) dan Yosie Adrian, asal Cilacap, keduanya tinggal di Perumahan Candra Indah, Jati Rahayu-Pondok Gede. Sedangkan seorang lagi bernama Rahmat Hidayat (21 tahun), alamat di Lubang Buaya, Cipayung-Jakarta Timur.

Dalam penangkapan tersebut, disita beberapa barang bukti berupa : senjata jenis gas gun, dengan 2 amunisi kaliber 38, 1 unit sepeda motor tanpa surat yang sah, dompet berisi 2 butir pil penenang, dan 3 STNK sepeda motor yang berbeda alamat.

Sebelumnya secara terpisah, Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol. DR (C) Andry Wibowo  menjelaskan, bahwa nama Rajawali sendiri merupakan akronim dari “merawat-menjaga-mengawal dan melindungi” negara, bangsa dan masyarakat.

Kombes Andry menjelaskan, Tim Rajawali ini dibentuk untuk menindak tegas pelanggaran hukum yang meresahkan warga. “Tujuannya adalah menindak tegas pelanggaran hukum yang meresahkan warga.  termasuk menindak tegas persekusi, geng motor dan pelanggaran hukum lainnya,” jelas Andry.

Lebih jauh Andri memaparkan, kalau Tim Rajawali teringrasi dengan Pusat Monitoring dan Komando dalam sistem NCSS (Neighbourhood And Community Security System), yang dibentuk berjenjang di tingkat Polsek sampai tingkat Polres. Sedangkan sistem NCSS sendiri, urai Andry lagi, merupakan sistem yang lebih mengoptimalkan pendayagunaan partisipasi masyarakat.

“Sistem ini lebih mengoptimalkan pendayagunaan partisipasi masyarakat secara efektif sebagai bagian dari sistem keamanan Publik. Sistrm ini melibatkan banyak pihak, mulai dari tingkat RT, dan akan merevitalisasi pos Kamling. Tingkat RW ada Pokdar, Siskommas, tingkat Kelurahan Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR