TMMD 105 Perbatasan, Suskses Wujudkan Kemanunggalan TNI dan Masyarakat

Anggota TNI yang terlibat TMMD 105 Perbatasan di Sebatik

Hampir sebulan setelah digelarnya kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) 105 di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, berbagai pembangunan telah sukses dilaksanakan. Pembangunan yang dilaksanakan dalam TMMD 105 Perbatasan antara lain: pembuatan/peningkatan infrastruktur berupa jembatan, peningkatan kwalitas jalan, Mandi Cuci Kakus (MCK) maupun pembangunan sumber daya manusia serta pelayanan sosial.

Hampir semua warga di wilayah yang berbatasan dengan negara Sabah-Malaysia tersebut, menganggap kegiatan yang dipelopori Kodim 0911/Nunukan sejak 11 Juli 2019 itu tak hanya merupakan giat biasa, namun hasilnya terasa sangat menyentuh langsung pada sendi-sendi aktivitas warga. Maka tak heran apabila setiap masyarakat meluapkan apresiasinya kepada TNI dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kegiatan tersebut, baik langsung maupun lewat linimasa media sosialnya.

Salah satu contoh, walau secara geografis beberapa pemukiman penduduk letaknya berbatasan langsung dengan negara tetangga, namun kondisi yang dialami masyarakat sangat memprihatinkan. Terputusnya akses transportasi akibat jalan yang belum tersambung karena terhalang sungai-sungai kecil menyebabkan aktivitas warga yang seharusnya tampil sebagai garda depan NKRI justru serasa terpinggirkan.

Warga Desa Tepian, Desa Seberang dan Desa Lapri umpamanya, selama ini masyarakat hanya mampu bersabar menghadapi jalanan yang becek dan berlumpur apabila datang musim penghujan. Hal – hal vital termasuk dalam aktivitas perekonomian pun terpaksa mereka jalani dengan lambat bahkan kadang lumpuh sama sekali.

Tapi mulai kini, masyarakat dari 3 Desa tersebut dapat ‘bernafas dengn lega’. Pasalnya melalui kegotong royongan TNI dengan nasyarakat dalam TMMD 105 ini, sebuah jembatan telah terbangun dan masyarakat tak merasa khawatir lagi apabila musim hujan tiba. Bahkan ada beberapa anggota masyarakat di wilayah tersebut, menitikan air mata bahagia atas terbangunya jembatan yang mereka anggap sebagai penolong kehidupan mereka.

Pun dalam aktivitas sehari-hari lainya yang selama ini jauh dari rasa nyaman, kini masyarakat tak perlu lagi merasakanya. Dengan terbangunnya MCK, masyarakat dapat lebih nyaman dan terjamin dalam kesehatannya.

Selain dalam bentuk fisik kehadiran TMMD juga merubah cara pandang masyarakat yang selama ini kaku apabila bertemu dengan Tentara, kini mulai lentur. Melalui TMMD ini, masyarakat tak melihat sosok garang dari Prajurit sebagaimana yang selama ini mereka bayangkan. Yang mereka lihat justru sosok-sosok ramah, santun dan penuh belas kasih, sehingga masyarakat merasa tiada sekat lagi.

Keakraban itulah yang membuat masyarakat cepat menangkap berbagai penjelasan dalam meteri-materi kebangsaan yang disampaikan personil TNI dalam giat deradikalisasi dan bela negara. Humanisme para personil Kodim 0911/Nunukan dan kesatuan keprajuritan lainya telah membuat mayarakat ikhlas terpanggil untuk bersama-sama menjaga kedaulatan negara dan martabat bangsa di bumi perbatasan.

Sikap santun para personil TNI juga telah membuat masyarakat merasa memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan minimal pada tingkat lingkungan masing-masing. Mindset bahwa hanya aparat yang punya kewajiban melindungi dan menjaga, kini sirna dari pemikiran warga.

TMMD ini juga membuat mereka mengerti bahwa kegotong royongan dalam segala bidang tak terkecuali dalam Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) adalah hal paling penting untuk keberlangsunganya tatanan yang titi tentrem kerta raharja.

TMMD 105 Perbatasan memang akan segera berahir. Walaupun banyaknya suara masyarakat yang menginginkan agar kegiatan tersebut terus berlanjut, tapi sesuai misi tugas, para prajurit TNI harus kembali pada penugasan sehari-hari lainya. Ketidak relaan masyarakat akan berahirnya TMMD 105 ini adalah bukti keberhasilan TNI melalui Kodim 0911/Nunukan bahwa kegiatan tersebut selain meninggalkan karya nyata, juga bentuk lain rasa cinta masyarakat kepada Tentara Nasional Indonesia.

Eddy Santry Jurnalis di Perbatasan yang juga Sekertaris Almisbat Kaltara
Eddy Santry Jurnalis di Perbatasan yang juga Sekertaris Almisbat Kaltara
BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR