TNI Sebaiknya Koreksi Pernyataan Panglima, Bahwa Makar itu Hoax

Mana yang benar, pernyataan Kapolri atau TNI, mengenai ada atau tidak adanya upaya makar ? Apakah TNI mendukung tindakan mereka yang diduga makar, dengan menyatakan bahwa makar itu hoax. Sementara polisi sedang melakukan penyidikan, dan telah menetapkan tersangka kepada beberapa orang ?

Apakah Polri yang salah atau TNI yang benar? Untuk itu kita melihat hal mendasar dari kedua institusi itu, yaitu : Polri adalah lembaga pro justicia (hukum), sementara TNI bukan lembaga hukum. Karena penanganan kasus yang diduga makar ini, dengan pendekatan hukum, tentu yang kita pegang adalah pernyataan lembaga hukum.

Jadi, apa maksud Panglima TNI dengan menyatakan bahwa upaya makar itu hoax ? Apa panglima simpati atas gerakan itu ? Atau mau netral

Terlalu jauh jika kita berfikir panglima simpati pada orang/gerakan yang diduga makar tadi. Jadi apakah Panglima TNI mau menunjukan sikap netral, mengingat dinamika yang terjadi di masyarakat sudah demikian tinggi ?

TNI memang harus netral. Tapi netralitas TNI justru harus ditunjukan bukan hanya dengan patuh, tetapi juga ikut menjaga agar proses hukum tersebut berjalan dengan lancar. Karena itu memang tugas TNI.

Lantas, mengapa Panglima menyatakan bahwa makar itu hoax ?

Ya saya hanya menganggap Panglima salah.. Mungkin lupa kalau proses hukum terhadap mereka yang diduga makar sedang berjalan. Orang bisa salah, termasuk panglima, jadi biasa saja. Bagaimana memperbaikinya, agar dampak dari pernyataan Panglima tadi, tidak membuat pihak kepolisan serba salah. Bagaimana jika pernyataan Panglima TNI tersebut, justru menjadi amunisi bagi para pendukung mereka yang diduga makar, karena mereka merasa telah didukung oleh Panglima TNI ?

Jawabannya sederhana, TNI cukup mengkoreksi pernyataan panglimanya, baik melalui Kapuspen TNI maupun Panglma sendiri. TNI cukup katakan bahwa “TNI Mendukung Pihak Polri yang Sedang Melakukan Penyidikan Kasus Makar.

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR