Karena TNI Strategis, Maka Harus Lebih Menahan Diri

Apakah Apel Nusantara Bersatu yang diprakarsai TNI pada Rabu (30/11/2016), merupakan gerakan politik TNI? Apakah ini sekadar gerakan moral, untuk lebih merekatkan NKRI, seperti apa yang dikatakan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ? Jika memang ini gerakan moral, maka tujuannya jelas, baik tersirat maupun tersurat.

Masalahnya, jika memang tujuannya politik, apa tujuan politik TNI dalam gerakan itu? Apakah ini bentuk dukungan terhadap aksi 411 lalu? Atau justru bentuk tandingan? Atau yang lebih parah lagi, apa TNI ingin unjuk kekuatan, untuk siap- siap mengambil alih kekuasaan, saat kelompok sipil (sekuler dan radikal agama) masih terus bertikai?

Jika TNI memprakarsai gerakan Nusantara Bersatu, tujuannya untuk membuat aksi tandingan terhadap 411 dan jelang 212, itu artinya TNI sudah bermain politik. Kegiatan memobilisasi masyarakat, itu tindakan politik. Tetapi jika gerakan tersebut tujuannya untuk menyediakan sarana bagi kelompok radikal agama, untuk bisa melakukan pemanasan jelang aksi 212, jelas TNI lebih salah lagi. Karena berarti TNI telah mengakomodir mereka, yang mau memaksakan kehendak.

Tugas TNI menjaga konstitusi, dan menghalau semua ancaman terhadap keutuhan NKRI. Mengenai bentuk ancaman dan motifnya, TNI sudah lebih dari tau. Karena dalam kuliah umum di kampus-kampus, panglima telah menguraikannya dengan jelas dan bagus sekali.

Tetapi kapan respon terhadap ancaman keamanan tersebut harus dilakukan, TNI juga dibatasi konstitusi. Untuk ancaman dari dalam, konstitusi kita mengharuskan TNI baru turun jika Polri tidak mampu. Jika Polri masih mampu, maka menahan diri lah. Bahkan itu juga berlaku untuk ancaman yang berasal dari luar, misalnya ada kapal kita ditembak, TNI juga tidak bisa berindak sendiri. TNI harus melaporkan kepada Presiden. TNI baru bertindak jika sudah mendapat ijin Presiden (kecuali jika membela diri dalam satu insiden). Karena konstitusi pula yang mengamanatkan bahwa menyatakan dan memutuskan perang dengan negara lain, adalah kewenangan Presiden sebagai panglima tertinggi TNI.

Jadi bagaimana dengan tujuan aksi Nusantara Bersatu hari ini? Kami melihat bahwa TNI jujur dengan pernyataannya. Ini dapat dilihat dari pesertanya, yang beragam dari berbagai kelompok. Mulai dari kelompok relawan, pemuda, pelajar mahsiswa, profesional, termasuk kelompok agama. Mereka adalah orang-orang yang datang dengan niatan agar Indonesia tetap menjadi negara demokratis, dalam kerangka NKRI. Gerakan dengan niat yang baik ini, menjadi tanda tanya, karena TNI bukan hanya menjadi prakarsa, tetapi juga turut dalam penggalanganya. Dan saat bicara penggalangan, suka atau tidak suka, itu berbau politik.

Dengan segala hormat terhadap niat baik Panglima TNI, tetapi menahan diri memang sangat diperlukan bagi kelompok/lembaga yang sangat strategis, seperti lembaga TNI yang bapak pimpin. Bertindak hati-hati, patuh pada undang-undang, peraturan, bahkan sampai prosedur, itu memang mutlak. Ini berlaku di semua negara yang demokratis.

Mungkin sistem demokrasi banyak kelemahan, tapi dengan menjaga demokrasi, upaya untuk mengembangkan dan menyempurnakan dapat dilakukan. Dengan demokrasi kontrol juga berjalan, sehingga semua dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan semua orang. Dengan begitu, kemajuan dapat kita raih. Termasuk kemajuan bagi TNI dan para prajurit yang ada di dalamnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR