TVRI Kritisi Keluarga Medsos Lewat Sinetron

Dirut TVRI Helmy Yahya dan para pemain sinetron Keluarga Medsos (26/4) di TVRI Jakarta. (Foto Budi Ace)

Sudah lama masyarakat Indonesia merindukan kembalinya sinetron dengan kualifikasi sebaik ‘Jendela Rumah Kita’ atau ‘Rumah Masa Depan’, yang pernah menghiasi layar TVRI beberapa waktu lampau. Sinetron yang menggambarkan drama keluarga dengan tendensi yang kuat pada karakteristik ke-Indonesia-an.

“Tantangan besar tersebut kami jawab dengan merilis sinetron bertajuk Keluarga Medsos, garapan Dedi Setiadi, Sutradara dan Penulis bertangan dingin, yang konsisten pada tayangan dengan muatan lokal dan moral yang sangat kuat,” tandas Helmy Yahya, Direktur Utama TVRI, saat membuka acara Konprensi Pers paluncuran sinetron Keluarga Medsos pada 26 April lalu.

Sinetron yang dibintangi artis senior Ersa Mayori dan I B Made Oka Sugawa, menurut Helmy, adalah tayangan komedi situasi yang bernuansa kritikal, terhadap gaya hidup masyarakat dunia digital yang kini lebih mengutamakan dunia maya daripada dunia nyata. Sinetron ‘Keluarga Medsos’ ini disutradarai oleh sutradara millenial, Archie Hekagery,

“Inilah tayangan akal sehat bagi rakyat Indonesia. Sebagai tv publik, TVRI berusaha menjadi yang terdepan dalam memberi angin segar edukasi secara menyeluruh bagi bangsa Indonesia. Dengan jaringan yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia, TVRI mampu masuk keruang pulblik secara massif. Dan Sinetron Medsos. adalah pintu masuk edukasi yang paling menghibur bagi masyarakat,” simpul Helmy.

Diskusi dalam peluncuran sinetron Keluarga Medsos
Diskusi dalam peluncuran sinetron Keluarga Medsos

Helmy mengemukaian bahwa potensi infrastruktur yang dimiliki TVRI sangat besar dibanding seluruh tv swasta yang ada, bahkan jika digabungkan sekaligus. Selanjutnya Helmy berharap. pemerintah yang tahun 2019 akan mengarahkan anggarannya untuk membangun SDM, bisa memberikan keleluasaan pada TVRI untuk mengemas program yang berorientasi pada pendidikan non formal melalui berbagai bentuk tayangan, termasuk sinetron keluarga yang edukatif seperti Keluarga Medsos tersebut.

Dedy ‘Miing’ Gumelar, komedian yang juga politisi, yang hadir ditengah-tengah wartawan, dengan gamblang mengemukakan alasannya, kenapa pemerintah perlu mendukung TVRI secara optimal. Ia menegaskan, jika ingin revolusi mental berjalan lancar, maka TVRI adalah media paling untuk memulai revolusi mental itu.

“Sesungguhnya, sebaik-baiknya revolusi mental adalah meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui pendidikan yang bisa diterima oleh semua kalangan tanpa biaya sama sekali. Yaitu dengan melahirkan program televisi yang memberikan pendidikan sekaligus hiburan secara ringan, tanpa menggurui,” ungkap Miing.

“Segera berikan anggaran pada TVRI. Beberapa trilyunan rupiah, peningkatan kualitas SDM bisa dilakukan melaui program TVRI,” simpul Miing, dengan nada lantang.

Kini telah siap 13 episode dari 26 episode yang drencanakan, dengan sudut pandang yang berbeda setiap episodenya. Untuk episode pertama berjudul ‘Detoks Digital’, melibatkan artis pendatang baru, antara lain, Bara Rusli, Benaya Farah, Nadhira Lubis dan Madio Weericx, Brittany Fergie, Risma Nilawati, disamping nama aktor senior seperti Derry Derajat.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR