Universitas NU Yogyakarta Diresmikan

Kota pendidikan Yogyakarta kini bertambah satu perguruan tinggi, Universitas Nahdlatul Ulaman (UNU) Yogyakarta. Dengan kehadiran UNU, maka jumlah perguruan tinggi di DIY mencapai 106. Jumlah PT di Indonesia sendiri mencapai 4525 termasuk yang di bawah Kementerian Agama.

Menteri Negara Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Natshir, Jumat (10/3) meresmikan pembukaan UNU di Yogyakarta. Peresmian kampus UNU Yogyakarta juga diikuti pelantikan rektor pertama UNU Yogyakarta, Prof. Purwo Santoso  oleh Said Aqil Siradij, Ketua Pengurus Besar NU. Purwo Santoso adalah Wakil Ketua PWNU DIY bidang Kajian Strategis dan Perguruan Tinggi yang juga Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pada saat yang sama Menristekdikti menyerahkan SK pendirian UNU Yogyakarta kepada Said Aqil Siradj. Menristekdikti mengatakan, UNU harus bisa istiqomah sesuai aturan yang ada untuk bisa menjadi perguruan tinggi yang berkualitas. UNU harus bida mengawal pendidikan dengan baik. Ini dilakukan dengan bekerja keras dan jangan berputus asa.

Said Aqil Siradj, mengatakan Islam bukan hanya akidah dan syariah, bukan hanya ibadah dan ritual saja, tetapi juga agama budaya, peradaban dan agama kemajuan, serta kemanusiaan. Menurutnya, Rasullulah SAW tidak pernah mendeklarasikan berdirinya negara agama Islam dan negara Arab. Tetapi membangun konstitusi modern, bukan konstitusi etnik. Targetnya yakni membangun peradaban.

Desain UNU Yogyakarta dirancang agar bisa mengajarkan ahlushunah waljamaah pada mahasiswa dengan ‘leading sector’nya adalah Fakulrtas Dirasah Islamiyah. UNU Yogyakarta memiliki lima fakultas. Antara lain Fakultas Dirasah Islamiyah, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Industri Halal, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Pendidikan. Terdapat 11 program studi yang masuk dalam lima fakultas tersebut.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DIY, KGPA Pakualam X, berharap UNU Yogya memiliki karakter khusus yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain di Yogyakarta. “Dengan pendidikan di UNU diharapkan lahir generasi yang cerdas yang bertakwa,” ujarnya.

Warga Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta menyambut gembira dengan hadirnya UNU Yogyakarta yang berdiri di daerahnya. Mereka berharap, perguruan tinggi NU itu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pendidikan.  Selain itu,  UNU diharapkan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Hairus Salim, budayawan yang mengaku fans berat NU menusulkan agar UNU Yogyakarta diberi nama UNU Ronggo Warsito. Ia beralasan biar nama universitas tak seperti banyak nama universitas di Indonesia. Bukan nama serdadu atau panglima perang, atau politisi-raja, tapi nama seorang ulama, ilmuwan, pujangga, seniman, atau cendikiawan.

Menurut pengelola penerbit LKIS itu, Ronggowarsito adalah pujangga, penggubah beberapa syair profetik dan futuristik, penulis kamus Jawa, dan karya lainnya. Beliau nyantri di pesantren Ki Kasan Besari, Ponorogo. Hairus Salim mewanti-wanti nama universitas jangan serdadu atau panglima perang.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR