Untung : Jangan Adu Domba DPRD dengan Karyawan PDAM

PDAM Kota Bogor

Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono / Foto: Eko Octa

BOGOR – Menanggapi pemecatan Direktur PDAM Tirta Pakuan, Untung Kurniadi yang diputuskan Walikota Bogor dan harus menunggu rekomendasi dewan membuat Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono merasa seolah diperalat. Pimpinan dewan yang baru tiba kunjungan kerja dari Lombok, Nusa Tenggara Barat itu dengan lugas mengatakan, soal memutuskan pemecatan itu adalah ranahnya walikota.

“Kan yang mengangkat Dirut PDAM itu Walikota Bogor. Sebutan yang sering digunakan untuk pengangkatan pimpinan BUMD, hak prerogratif walikota. Jadi, kalau soal pemecatan, itu juga ranahnya walikota,” tandas Untung kepada indeksberita.com, Sabtu (27/2/2016).

Masih kata Untung, dia juga menyesalkan penyikapan ricuh PDAM Tirta Pakuan harus menunggu rekomendasi dewan.

“Saya keberatan, seolah diadu domba dengan pengunjuk rasa PAM Tirta Pakuan dan distigma kan buruk. Sebab, kan saya kemarin kunjungan kerja bersama beberapa rekan dewan. Saya tidak ingin dikesankan, seolah dewan menggantung permasalahan PDAM,” tandasnya.

Politisi PDI perjuangan ini meneruskan, putusan walikota terkait PDAM Tirta Pakuan dengan pemecatan Dirut Untung Kurniadi disebutnya sudah resmi.

“Walikota itu atasan BUMD. Jadi, jangan dikesankan dewan menggantung atau mengombang-ambing rekomendasi kisruh PDAM hanya karena kebetulan kami (DPRD Kota Bogor) baru-baru ini tengah lakukan kunjungan kerja. Cara Walikota Bogor ini terkesan mempolitisasi. Sipapun tahu, kalau walikota sudah memetuskan, itu keputusan resmi. Tidak perlu menunggu rekomendasi DPRD Kota Bogor,”tuntasnya. (eko

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR