Upaya Kementerian PUPR Mengoptimalkan Aset bendungan Jatibarang

Salah satu sisi Bendungan Jatibarang, Semarang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat, akan membangun dan memasang solar panel di seluruh bensungan yang ada di Indonesia, yang diawali di Bendungan Jatibarang Semarang. Hal tersebut bagian dari upaya Kementerian PUPR untuk mengoptimalkan aset bendungan yang kita miiki.

Untuk mengoptimalkan aset Bendungan Jatibarang, selain memasang solar panel di sekitar bendungan tersebut, Menteri PUPR juga mengoptimalkan potensi wisata di sekitar bendungan, melalui program penanaman pohon (penghijauan) disekitar bendungan dan menjaga kebersihannya.

Dan hal lain yang akan dikembangkan untuk mengoptimalkan aset Bendungan Jatibarang, yang kami peroleh informasinya dari Biro Informasi Publik Kementerian PUPR, adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bagi masyarakat Kota  Semarang Barat.

Fungsi utama bendungan Jatibarang untuk penyediaan air baku dan pengendalian banjir di Kota Semarang yang melalui Kali Kreo, Kali Garang, dan Banjir Kanal Barat. Dengan volume tampung total 20,4 juta m3, pengurangan risiko banjir di Kota Semarang sebesar 2,7 juta m3.

Selain itu Bendungan Jatibarang menjadi sumber air baku untuk wilayah Kota Semarang Barat. Air yang dapat disediakan sebesar 1.050 liter/detik. Saat ini Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dan Pemerintah Daerah tengah mempersiapkan studi kelayakan (feasibility study) pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat.

SPAM Semarang Barat merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kapasitasnya sebesar 750 liter/detik dan direncanakan dapat melayani 300.000 jiwa di di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Semarang Barat, Tugu, Ngaliyan.

Disamping itu, bendungan Jatibarang ini juga memiliki potensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) sebesar 1,5 Megawatt.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR