Ustad Jakfar Abdul Rahman Meninggal Saat Acara Doa dan Shalawat untuk Bangsa di Kediaman Mensos

Di kediaman pribadinya, di Jemursari VIII nomor 24, Wonocolo-Surabaya, Menteri Sosial (Mensos) Kofifah Indar Parawansa mengadakan doa, dzikir dan shalawat, yang diikuti oleh 10 ribu jemaah. Acara doa dan shalawat ini dipimpin oleh Ulama Baghdad Maulana Syekh Afifuddin Abdul Qodir bin Mansyuruddin Aljailani Albaghdadi. Dan dalam acara tersebut, lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an, oleh ustad Jakfar Abdul Rahman.

Pada awal kegiatan sempat terhenti sekitar lima menit karena ustad Jakfar Abdul Rahman meninggal. Ustad Jakfar Abdul Rahman yang didaulat membacakan ayat-ayat suci Al Qur’an tiba-tiba suaranya semakin lirih dan tubuhnya terus merunduk seperti akan sujud, kemudian tak sadarkan diri. Ustad Jakfar kemudian dibawa ke rumah sakit yang berlokasi tak jauh dari lokasi kegiatan, namun nyawanya tak tertolong dan dokter menyatakan beliau meninggal dunia.

“Tadi sudah dibacakan Al Fatihah khusus kepada ustad Jakfar Abdul Rahman. Tadi anak saya yang saya minta mengantar ke rumah sakit dan mengurus semuanya. Insya Allah setelah maghrib saya ke sana (rumah duka, red),” tutur Khofifah.

Dikatakannya, ustadz Jakfar adalah tetangga sejak lama di Surabaya. Hampir setiap perhelatan besar Khofifah selalu memintanya membacakan Al Qur’an. Setiap membaca Al Qur’ an nampak sangat khusyuk dan menghayati. Sekitar satu bulan lalu ustad Jakfar sempat dirawat karena serangan jantung.

“Beliau adalah ahli Quran dan wafat saat membaca Al Quran. Semoga khusnul khotimah,” ujarnya lirih.

Dalam kenangan Khofifah, pria berusia 60 tahun tersebut yang ditunjuk membacakan Al- Qur’an saat pembukaan Muktamar NU di Situbondo tahun 1984.

“Surat yang dibaca saat doa bersama tadi adalah surah Al Mulk, sama seperti saat pembukaan Muktamar di Situbondo.  Saya sedang menghayati ayat kedua tadi dimana di situ disebutkan Allah yg menciptakan kematian, kehidupan, dan bagaimana kita supaya bisa melakukan sesuatu untuk bisa mendapatkan amal sebaik-baiknya,” katanya.

Tujuan acara shalawat menurut Mensos Kofifah, untuk menguatkan kecintaan terhadap Indonesia. “Hari ini kita harus banyak munajat supaya Allah memberikan anugerah rasa aman, ketentraman, kedamaian, persatuan, kesatuan, persaudaraan. Mari kita kuatkan  rasa cinta pada bangsa, mari  dengan ikhlas kita mendoakan agar negeri ini aman dan damai penuh persaudaraan,” tutur perempuan nomor satu di PP Muslimat NU ini.

Bergamis putih dan berkerudung putih, Khofifah membaur bersama peserta doa bersama. Ditambahkan Khofifah, doa bersama kali ini terasa sangat istimewa karena kehadiran Maulana Syekh Afifuddin Abdul Qodir bin Mansyuruddin Aljailani Albaghdadi.

“Beliau adalah salah satu ulama dunia yang begitu banyak dimuliakan di berbagai negara. Beliau merupakan cucu ke-19 dari Syekh Abdul Qodir Al Jailani RA. Beliau hadir bersama-sama kita untuk mendoakan bangsa kita supaya penuh damai, diberikan keselamatan, kesejahteraan kepada masyarakatnya,” paparnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR