Video Emak-Emak Fitnah Jokowi Akan Hapus Pelajaran Agama Beredar di Makassar

Capture video emak-emak fitnah Jokowi yang beredar di Makasar (istimewa)

Belum tuntas kasus 3 orang Ibu-Ibu yang melakukan kampanye hitam terhadap pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin di Karawang, publik kembali dihebohkan penggalan video berisi seorang perempuan diduga melakukan hal yang sama di Makassar.

Dalam video berdurasi 00.45 detik yang kini menjadi viral tersebut, seorang perempuan berkerudung warna orange yang belum diketahui identitasnya berbicara dalam logat Makassar menggungkapkan kepada tuan rumah bahwa pendidikan agama akan dihapus oleh Presiden Joko Widodo.

Namun belum diketahui lokasi pastinya, apakah di Sulawesi Selatan atau bukan. Namun terdengar jelas bahwa perempuan yang memakai pakaiann dengan bergambar padi serta dua bulan sabit, mirip lambang salah satu partai politik tersebut kental logat Makassaar.

Terdengar jelas pula perempuan tersebut tak hanya mengungkapkan bahwa pelajaran agama akan dihapus namun ia juga mengatakan Program Jokowi bersama menteri-menterinya adalah mengganti Pesantren dengan sekolah Umum.

“Kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita. Walau kita yang tidak menikmati, tapi 10, 5 tahun ke depan ini apa kita mau pelajaran agama di sekolah dihapus oleh Jokowi bersama menteri-menterinya. Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama pendidikan agama dihapus dari sekolah-sekolah. Terus rencana mereka, menggantikan pesantren menjadi sekolah umum”. Ujar wanita tersebut.

Namun sebelum melanjutkan pembicaraannya, terdengar suara si pemilik rumah langsung memotong pembicaraan perempuan tersebut dan meminta izin untuk keluar rumah dengan alasan ada urusan.

“Selesai mi dulu di..tabe ka buru buru ka ini (sudah dulu ya, maaf saya ada terburu-buru), ” kata pemilik rumah yang bersuara seorang pria itu.

Menanggapi hal itu, Bawaslu Makassar sedang melakukan identifikasi detail. Pihaknya belum bisa memastikan apakah video tersebut direkam di wilayah Makassar atau bukan.

“Kita langsung berkoordinasi dengan Bawaslu Sulsel. Supaya ini di-share ke internal untuk diidentifikasi tempatnya, apakah memang di wilayah Makassar, Sulsel atau bukan,” ujar Ketua Bawaslu Makassar Nursari kepada wartawan, Selasa (5/3/2019).

Dari isi video, Nursari menduga ada unsur kampanye hitam. Namun untuk membuktikan hal tersebut, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.

“Kita juga belum bisa memastikan black campaign. Yang jelas memang ada dugaan black campaign,” paparnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR