Wagub Jawa Timur Kembali Buat Janji Datang ke Desa Lakardowo Korban Limbah B3

Aksi Masyarakat Desa Lakardowo Korban Limbah B3 ke Kantor Gubernur

Teriakan warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dalam aksi mendatangi kontor gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan pada Rabu, 26 April 2017, khirnya direspon Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Meskipun respon itu terjadi satu hari setelah warga menjalani aksi. Respon tersebut berupa pertemuan antara wakil warga korban limbah B3 dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf di ruangan wakil gubernur, Jumat, 28 April 2017.

Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Prigi Arisandi yang selama ini intens mendampingi warga, menyambut baik inisiatif wakil gubernur Jawa Timur tersebut. Ia pun mengatakan, tim dari pemerintah provinsi saat ini sedang mengkaji permasalahan limbah B3, melalui surat warga yang sudah dikirim.

“Tak hanya itu. Pemprov juga mengkaji persolan limbah yang dihadapi warga. Pekan ini Pemprov sudah menjadwalkan pertemuan dengan warga desa Lakardowo dengan gubernur, Pakdhe Karwo, “ kata Prigi, Senin, (1/5/2017).

Masih kata Prigi, apa yang disampaikan wakil gubernur merupakan penyejuk hati bagi warga. Meski begitu lanjut Prigi, janji itu tidak serta-merta menjadikan sebagai obat kekhawatiran warga selama ini selalu terjadi. Sebab bukan sekali ini saja janji pihak Pemprov Jawa Timur untuk menemui warga dan datang ke Desa Lakardowo.

“Itu terjadi selalu berulang-ulang, warga menerima janji dari pihak Pemprov Jawa Timur. Padahal warga telah mengadukan persoalan ini tiga tahun lalu, namun tak pernah ada tindakan dari Pemprov Jawa Timur, “ ungkap Prigi.

Sebagaimana terjadi, Rabu itu warga korban dugaan pencemaran lingkungan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA). Sebelum berteriak-teriak menghujat gubernur Jawa Timur dan wakil gubernur Jawa Timur di depan kantor gubernur. Mereka melakoni jalan kaki sepanjang enam kilometer dari Jalan Diponegoro ke Jalan Pahlawan Surabaya; alamat kantor gubernur Jawa Timur berada.

Dalam mengungkapkan kekesalannya, warga berteriak bahwa Gubernur Soekarwo, tak pernah memperhatikan rakyat di Desa Lakardowo. Sepanduk-sepanduk mereka pun tampak jelas tertulis dengan tulisan tangan huruf kapital; “PAKDE KARWO ANAK KAMI MINUM AIR TERCEMAR LIMBAH B3 #TEGO THA PEAN?“, “ PAKDE KARWO TULUNGEN WONG LAKARDOWO”. “Pakde Karwo memang kumisnya keren, tapi tidak pernah peduli dengan rakyatnya, “ teriak salah satu warga.

Selain itu terdengar pula teriakan, pada musim pemilihan kepala daerah 2018 mendatang. Warga Desa Lakardowo tidak akan memilih Saifullah Yusuf, jika nanti jadi mencalonkan diri sebagai calon gubernur. Wakil gubernur yang melekat dengan sapaan Gus Ipul itu, dinilai warga plin-plan. “Kami tidak akan memilih Gus Ipul, kami menolak jika datang hanya berkampanye. Karena Gus Ipul plin-plan, “ teriak warga lain.

“Tuntutan warga yang begitu keras. Karena warga sudah bosan, banyak alasan yang disampaikan Pemprov. Bukan kewenangan dan banyak alasan lain. Padahal sebenarnya yang terjadi, pihak gubernur dan wakil gubernur, itu takut atau lebih tepatnya terhadap KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) yang juga kami nilai tak pasti,” ungkap Prigi.

Sementara itu, Saifullah Yusuf mengungkapkan, bahwa laporan warga Desa Lakardowo sebagai sesuatu masukan yang sangat berharga bagi pemerintah. Ia juga menyebutkan akan memastikan dan mengecek langsung data ke Desa Lakardowo.

“Kalau perlu kita akan mencari waktu yang cocok, kita ajak lihat di lapangan. Dan akan saya ajak BLH (Badan Lingkungan Hidup) Jawa Timur, kita adakan dialog bareng dengan warga, supaya ini isunya, informasinya tidak simpang siur. Secepatnya saya datang ke sana “ kata Saiful di depan perwakilan warga.

Sekadar mengingatkan, peristiwa pertemuan antara perwakilan warga Desa Lakardowo dengan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, sebenarnya pernah terjadi Kamis (10/3/2016) lalu. Di ruang wakil gubernur perwakilan warga juga pernah menerima janji, bahwa wakil gubernur itu akan datang ke Desa Lakardowo untuk menggelar istigosah; doa bersama warga.

“Ini sudah keterlaluan kalau sampai mencemari lingkungan dan warga. Kalau warga demo saya siap ikut turun bersama warga untuk mendesak PT. PRIA agar tutup,” ujar Saiful yang pernah dikutip situs Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR