Warga Antre Mencicipi Kopi Indonesia di Mesir

Keterangan foto: Tari Piring asal Minang yang dipentaskan tim tari Sanggar Gayatari Nusantara ikut meriahkan Acara ‘Hari Indonesia-Mesir’ yang digelar di Luxor Conference Hall, Luxor, (19/2) malam.

Kopi Indonesia di Mesir cukup digemari masyarakat. Mereka sudah akrab dengan cita rasa kopi nusantara. Dalam acara ‘Hari Indonesia-Mesir’ yang digelar di Luxor (sekitar 650 km dari Cairo), warga pun sampai antre untuk mencicipi kopi Indonesia.

Kegiatan kebudayaan dan perdagangan ini digelar di dua tempat, Perpustakaan Umum dan Luxor Conference Hall, Luxor, (19/2). Acara yang digelar dari siang sampai malam hari tersebut terselenggara atas kerja sama KBRI Cairo dan Pemerintah Provinsi Luxor.

Ratusan warga Luxor yang menghadiri acara persahabatan RI-Mesir ini tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain pementasan kesenian, sejumlah stand yang memamerkan kerajinan dan produk dari kedua negara. Dari Indonesia, produk yang dipamerkan antara lain kopi, rempah, mi instan dan biskuit. Sedangkan dari Mesir, dipamerkan sejumlah kerajinan tangan warga Luxor. Bahkan, terdapat satu stand khusus yang menampilkan produk kreativitas yang dibuat anak-anak disabilitas.

Guna semakin memopulerkan produk nusantara, KBRI Cairo mempersiapkan air panas agar pengunjung langsung dapat menyeduh kopi maupun mi instan. Akibatnya, pemandangan warga yang mengular antre ingin mencicipi produk Indonesia selalu terlihat selama kegiatan.

“Kopi Indonesia memang sangat khas, aromanya sangat lezat,” komentar warga Luxor, Mahmud dengan wajah berseri. Mahmud merupakan salah satu pengunjung yang rela antre untuk menikmati kopi Indonesia.

Dalam sambutannya, Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi mengaku gembira dengan terlaksananya kegiatan kebudayaan RI-Mesir di Luxor. Selain terkenal sebagai ‘the world greatest open-air museum’, Luxor kaya dengan peradaban sejarah Mesir kuno. Terlebih, Mesir jula memiliki arti istimewa karena tercatat sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

“Kegiatan ini tidak lepas dari upaya untuk memperkuat kerja sama Mesir dan Indonesia di bidang perdagangan dan kebudayaan,” kata Dubes Helmy.

Dalam kegiatan tersebut, Indonesia menampilkan berbagai tarian nusantara antara lain Tari Enggang, Tari Piring, Batin Kemuning, Tari Ondel-ondel dan Tari Dara Juanti. Para penampil berasal dari tim tari Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Cairo dan tim tari Sanggar Gayatari Nusantara yang didatangkan Kementerian Pariwisata. Tidak lupa, fashion show yang mamerkan pakaian khas nusantara ikut menyemarakkan suasana. Sedangkan kesenian Mesir yang ditampilkan antara lain tari Tongkat, tarian Rakyat Nubiyah, serta beberapa tarian dan nyanyian tradisional Mesir lainnya yang penuh dengan semangat nasionalisme.

Hadir dalam acara ini antara lain Atase Pendidikan dan Kebudayaan Dr Usman Syihab, Atase Perdagangan Irman Adi Purwanto Moefti serta Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Cairo Musa Derek Sairwona. Tampak pula hadir Wakil Gubernur Provinsi Luxor Dr Muhammad Abdul Qadir dan Direktur Umum Perpustakaan Mesir Ridha Tayifi.

Di tempat sama, Usman Syihab menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari safari kebudayaan Indonesia di sejumlah provinsi di Mesir. Menurutnya, kegiatan serupa penting untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Mesir sekaligus belajar dari budaya setempat.

“Dengan program seperti ini, kita dapat membagun sikap keterbukaan dan saling menghargai terhadap perbedaan kebudayaan yang merupakan asas dalam membangun budaya damai dan perdamaian,” tandas Usman.

Belajar Pertanian dari Indonesia

Di sela-sela kegiatan ‘Hari Indonesia-Mesir’, Dubes Helmy yang didampingi istri, Dwi Ria Latifa menyempatkan diri bertemu Gubernur Mustasyar Mustafa Alham di kantor Pemerintah Provinsi Luxor. Dalam pertemuan tersebut, Mustafa menyatakan keinginannya untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan Indonesia terutama di bidang pertanian dan industri. Dirinya mengaku mengikuti perkembangan kemajuan Indonesia di dua sektor tersebut.

“Kami tahu perekonomian Indonesia sangat maju. Karena itu, kami ingin bekerja sama dan belajar dari kesuksesan pertanian Indonesia,” urai Mustafa.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Helmy menyambut baik keinginan kerja sama pertanian. Apalagi, lanjut dia, KBRI Cairo
telah mengirim beberapa pemuda Mesir ke Indonesia untuk belajar mengolah eceng gondok menjadi barang bernilai ekonomis.

“Indonesia selalu membuka kedua tangan untuk bekerja sama dengan Mesir dalam bidang apapun,“ jawab Dubes Helmy.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR