Warga AS Demo Menuntut Pembebasan Ahed Tamimi, Remaja Palestina Yang Tampar Tentara Israel

Keterangan Foto: Sejumlah Warga AS melakukan unjuk rasa menuntut pembebasan Ahed Tamimi, Remaja Palestina yang menampar tentara Israel. (Foto:Reuters)

Sejumlah Warga Amerika Serikat menggelar aksi unjuk rasa di New York, tepatnya di Terminal Grand Central, Jumat (5/1/2018). Aksi tersebut sebagai aksi solidaritas untuk pembebasan Ahed Tamimi, seorang remaja Palestina yang melakukan penamparan terhadap tentara Israel.

Para pengunjuk rasa meminta agar remaja Palestina tersebut dibebaskan. Seperti dilansir dari Reuters, para pengunjuk rasa membawa poster-poster sambil berorasi dan meneriakan yel-yel untuk pembebasan Ahed Tamimi dan Palestia, sehingga menarik perhatian calon penumpang di terminal.

Sejak tanggal 19 Desember 2017, aparat Israel telah menahan Rlremaja perempuan berusia 16 tahun tersebut beserta Ibunnya Nariman, setelah video yang menunjukan dia memukul dua tentara Israel di dekat rumahnya Desa Nabi Saleh, Tepi Barat, beredar pada tanggal 15 Desember 2017 yang kemudian menjadi viral. Menurut pihak militer, Ahed melempari tentara dengan batu.

Otoritas berwenang Israel mendakwa Tamimi dengan 12 tuduhan. Pengacara Ahed, Gaby Lasky, mengatakan tuduhan itu di antaranya menyerang seorang tentara Israel, mengganggu tugas seorang tentara serta melakukan pelemparan batu kepada tentara di masa lalu.

Ahed Tamimi diruang persidangan dengan pengawalan Polisi Wanita Israel. (Foto:Reuters)
Ahed Tamimi diruang persidangan dengan pengawalan Polisi Wanita Israel. (Foto:Reuters)

Lima dakwaan juga diajukan terhadap ibunya, Nariman serta sepupunya, Nour yang berusia 20 tahun. Tuduhan terhadap Nariman, ibu Ahed, termasuk menggunakan Facebook untuk memicu warga Palestina lainnya melakukan serangan, dan berpartisipasi dalam insiden di video.

Bagi rakyat Palestina, Ahed adalah ikon kepahlawanan remaja dalam menentang kependudukan Israel. Tak hanya di Pelstina, Ahed juga dipuji oleh aktivis dan masyarakat internasional atas keberanianya dalam setiap aksi demonstrasi yang diikutinya.

Pada tahun 2012, Pemerintah Turki telah menganugerahkan Handala Courage Award kepada Ahed. Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan memberikan langsung penghargaan tersebut. Erdogan beserta seluruh petinggi Turki juga menjamu Ahed kala itu.

Gelombang Protes menuntut Aktivis Perempuan Palestina tersebut dibebaskan tak terjadi di AS. Pada Kamis (4/1/2018) waktu setempat, aktivis pro Palestina di Paris juga menggelar demonstrasi mengecam penahanan Ahed dan menuntut Ahed segera dibebaskan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR