Wilayah Sumantipal-Sinapad adalah Harga Diri Indonesia

NUNUKAN – Sebagai negara yang dikelilingi oleh negara lain, Indonesia memiliki banyak daerah perbatasan. Tak jarang dari wilayah-wilayah perbatasan tersebut, masih terdapat wilayah yang masih berstatus OBP (outstanding boundary problem) atau wilayah yang masih dipersengketakan oleh kedua negara. Diantara beberapa wilayah tersebut, Sumantipal-Sinapad yang berada di Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara, merupakan wilayah terluas diantara wilayah OBP di Indonesia.

Hal ini dikatakan Mayjen TNI Dedy Hadria (Pa Sahli Tk III Intekmil Panglima TNI) dalam acara Deklarasi Garda Muda Kabudaya (yang merupakan sayap Presidium DOB Kabudaya) dan Peringatan Sumpah Pemuda di Kecamatan Sembakung, Nunukan Jumat (28/10).

“Karena saya lama bertugas menangani perbatasan, maka saya tahu persis bagaimana kondisi perbatasan di Indonesia khususnya Perbatasan antara Indonesia-Malaysia yang ada di Lumbis Ogong. Sampai saat ini ternyata kondisinya tetap sama dari waktu saya bertugas pertama kali di daerah itu,” tuturnya.

Ia menambahkan, wilayah-wilayah Perbatasan adalah wajah sebenarnya dari sebuah negara. Karena sebuah teras itu adalah menggambarkan dari isi rumah, maka sudah seharusnya teras itu diperbagus oleh pembangunan maupun vasilitas.

“Kesejahteraan masyarakat yang ada di perbatasan khususnya Lumbis Ogong itu adalah mutlak sebagai implementasi dari hak atas warga negara yang mendapatkan pelayanan dari pemerintah. Saya berkata seperti ini karena emosianal saya terhadap warga perbatasan apalagi dengan Lumbis Ogong itu sangat dekat,” papar Jenderal Bintang Dua tersebut.

Karena kedekatan emosional inilah, menurutnya, membuat ia maklum dan mengerti akan suara-suara warga di perbatasan wilayah itu ketika mereka mengharapkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah. Karena menurutnya kesejahteraan rakyat di perbatasan juga merupakan sebuah harga diri Indonesia dimata negara lain.

Sebagaimana diketahui, bahwa saat ini masyarakat dari 6 Kecamatan gigih menyuarakan dan menuntut kepada pemerintah pusat agar pendekatan pelayanan publik semakin didekatkan dan menurut mayoritas diwilayah itu, satu-satunya solusi adalah dengan dibentuknya DOB (daerah otonomi baru) berupa Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan.

Wilayah Sumantipal-Sinapad memang belakangan ini menjadi perbincangan hangat karena wilayah tersebut bestatus sebagai wilayah sengketa OBP antara Indonesia-Malaysia. Dan sampai saat ini perundingan demi perundingan yang digelar antara Indonesia dengan Malaysia untuk menentukan kejelasan status dari wilayah seluas 154.000 Hektar Patok B2700-B3100 tersebut tak kunjung menemukan titik temu.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR