Wujudkan Ketahanan Pangan, Satgas Pamtas Yonif 623/BWU Buka Lahan Bersama Masyarakat

Anggota Pamtas RI - Malaysia Pos Sei Ular bersama warga membuka lahan yang terbiar menjadi lahan produktif di Sekedayun Taka, Nunukan

Sebagai daerah dengan kekayaan berupa sumber daya alam yang berlimpah, bukan mustahil apabila Kabupaten Nunukan akan menjadi salah satu penyanga pangan Nasional atau minimal berswasembada pangan untuk masyarakatnya. Kabupaten Nunukan yang tidak bergantung pasokan kebutuhan pangan dari daerah lain sebagaimana yang selama ini terjadi, seharusnya dapat terwujud.

Belum terwujudnya swasembada pangan di Nunukan, karens maksimalnya pengelolaan lahan ‘tidur’. Bahkan lebih ironis lagi lahan yang seharusnya produktif  justru menjadi ladang semak belukar. Menyadari hal tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan ( Pamtas) RI – Malaysia Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama berupaya mengedukasi masyarakat dengan membuka lahan perkebunan di Desa Sekaduyan Taka RT 001, pada hari Minggu (7/6).

Adalah Komandan Pos Sei Ular, Letnan Satu Inf Kyai Roja yang menggagas pembukaan lahan terbiar milik masyarakat tersebut. Ia menilai, lahan tersebut apabila dikelola dengan baik akan menjadi lahan produktif yang bermuara pada kesejahteraan warga sekitar.

“Karena melihat potensi tanah yang subur namun terbiar begitu saja, maka saya bersama anggota berkonsultai dengan Ketua RT 01. Dan Alhamdulillah, atas kesadaran masyarakat, akhirnya kami bersama – sama membuka lahan tersebut,” tutur Kyai Roja, Senin (8/6).

Usai lahan yang tadinya berupa hamparan semak belukar itu terbuka, Roja berharap agar masyarakat memanfaatkanya semaksimal mungkin dengan cara menanaminya bahan – bahan pokok penting (Bapokting) pangan yang sesuai dengan kultur tanah di lahan tersebut.

Dalam bercocok tanamnya pun, Roja mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan agar hasil panen nantinya dapat maksimal. Ia mengingatkan juga kepada masyarakat agar benar–benar memanfaatkan karunia dari Tuhan berupa tanah yang subur seperti Nunukan karena manfaatnya bukan hanya untuk petani pribadi, akan tetapi juga akan berimbas pada kuatnya perekonomian di Perbatasan.

“Jika memang semua lahan tidur di Nunukan ini dimanfaatkan dengan baik, saya yakin swasembada pangan untuk daerah ini bukanlah hal yang mustahil,” tegas Lettu Kyai Roja.

Program pemanfaatan lahan terbiar menjadi lahan produktif sebelumnya juga pernah digelorakan Kodim 0911/Nunukan. Dibawah Komando Letkol Czi Arief Abdillah, pada waktu itu Kodim Nunukan berhasil merubah lahan yang selama ini terbiar menjadi lahan produktif berupa hamparan tanaman Cabai di Nunukan Selatan

Sepeninggal Let Kol Arief Abdilah, Komandan Kodim 0911/Nunukan yang baru yakni Letkol Czi Eko Pur Indriyanto menyatakan dukungan penuh terwujudnya Kabupaten Nunukan yang mampu berswasembada. Bahkan Eko menyatakan pihaknya siap turun langsung untuk bekerjasama mengelola lahan-lahan tidur tersebut menjadi lahan produktif.

Sebagai bentuk keseriusan, Eko mengungkapkan dirinya pernah memimta pinjam lahan 100 hektar kepada Bupati Nunukan sebagai bahan percontohan yang diharap dapat mengdukasi masyarakat Nunukan dalam bercocok tanam secara lebih baik dan terarah.

“Saya pernah minta secara lisan kepada Bupati Nunukan terkait peminjaman lahan tersebut. Dengan pengolahan yang terakomodir tersebut, kita berharap dapat menjadi contoh masyarakat dalam memaksimalkan hasil pertanian,” tuturnya beberapa waktu lalu

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR