Yel-Yel “Gatot Wapres” Mengema di Rakernas Partai NasDem

Panglima TNI,Jenderal Gatot Nurmantyo saat menyampaikan Mater Kebangsaan dalam Rakernas Partai NasDem - IV di Jiexpo , Kemayoran,Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017). Foto , Eddy Santy

Puluhan ribu kader Partai NasDem meminta Gatot Nurmantyo mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang. Permintaan tersebut di wujudkan dengan yel-yel “Gatot Wapres” berulang-ulang kali di sela-sela Panglima TNI berpidato dalam Rakernas -IV Partai NasDem di Jiexpo,Kemayoran,Jakarta Pusat , Kamis (16/11/2017).

Namun Gatot menjawab diplomatis dengan mengungkapkan bahwa saat ini dirinya saat ini ingin menghabiskan sisa tugasnya di kemiliteran dengan bekerja dan berbakti sesuai amanat sebagai Prajurit. Sebagaimana diketahui, Gatot Nurmantyo akan pensiun pada pertengahan Maret 2018 mendatang.

“Saat ini saya ingin menghabiskan sisa masa saya di kemiliteran sesuai amanat sebagai Prajurit,” tutur Gatot. Namun ketika masa kembali berteriak meminta dirinya agar selepas pensiun menjadi Cawapres, Gatot spontan menjawab dengan tersenyum ” Itu nanti”.

Jenderal Gatot Nurmantyo hadir di Rakernas Partai NasDem dalam rangka memberikan materi kebangsaan. Dalam pidatonya Gatot mengungkapkan bahwa negara Indonesia sangat rawan oleh provikasi proxi war.

Gatot mencontohkan, Syuriah dahulu adalah negara yang makmur dan sejahtera. Tapi setelah mengalami proxi war yang di gelorakan Teroris, negara yang kaya raya tersebut ahirnya luluh lantak dan berubah menjadi negara petaka.

“Kita sudah melihat sendiri bahwa proxi war mampu membuat negara – negara seperti Irak,Lybia bahkan yang terbaru Syuriah luluh lantak. Apakah kita ingin Indonesia seperti itu?” ujar Gatot.

Salah satu kekuatan untuk membedung proxi war,lanjut Gatot adalah sebuah wadah pemersatu bangsa bernama Pancasila. Menurut Gatot,Pancasila adalah sebuah konsep yang sangat hebat dan menjangkau aspek-aspek kehidupan bangsa meliputi agama,sosial dan budaya.

“Proxi war ini sangat luar biasa efeknya. Bayangkan saja, tanpa senjata mereka dapat menghancurkan sebuah negara hanya melalui provokasi. Saya sudah pernah katakan bahwa ISIS hanya singgah di Filipina. Tujuan utamanya Indonesia. Dan yang dapat menangkal hal tersebut adalah konsistensi kita dalam mengamalkan Pancasila,” ungkapnya.

Untuk itu Gatot mengajak agar semua komponen bangsa menjadikan Pancasila sebagai nafas perjalanan bangsa karena dengan cara tersebut kemandirian dalam ekonomi,berkedaulatan dalam politik serta kepribadian dalam budaya akan terwujud.

” Jangan lupa, provokasi dari proxi war itu salah satunya adalah dengan menghancurkan budaya atau kearifan lokal. Kita harus waspada itu,” tandas Gatot.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR